12 Juni 2012

 Street art atau seni jalanan. Itulah yang akan Anda lihat jika Anda sering berkeliling melihat-lihat kehidupan malam hari di Kota Yogyakarta. Seni jalanan yang akan biasa didapati adalah pengerjaan seni mural oleh kelompok-kelompok pelukis mural yang jumlahnya lumayan banyak di Kota Pelajar ini.
Jogjanews beruntung bisa melihat langsung aksi street art berupa melukis mural yang dilakukan oleh beberapa anggota komunitas Kanan Jalan Terus. Selasa malam (4/8) sekitar pukul 20.30 WIB, Pramudya dan Yunanto sedang tekun mengerjakan lukisan mural bathik bermotif parang pada sebuah pagar rumah milik Sri Sundarini, warga Suryopranoto, Gunung Ketur, Pakualaman.
Pramudya yang dengan senang hati diajak ngobrol sembari terus menyelesaikan lukisan muralnya mengatakan dirinya bersama Yunanto mendapatkan pesanan dari Sri Sundarini untuk melukis mural di pagar rumahnya. Sudah hampir seminggu ini 2 anak muda tersebut menggambar mural pada 11 meter pagar rumah Sri Sundarini yang berada di samping Jalan Raya Gayam.

“Capek juga. Melukis mural motif batik kaya gini harus teliti dan sabar agar jadinya lukisan bagus,” kata Pramudya mengomentari proses kerja pembuatan mural batik Parang.

mural

street art mural di malam hari di jalan Gayam





mural 

Pramudya dan Yunanto sedang menyelesaikan lukisan mural pesanan Ibu Sundarini pemilik rumah
mural

Pramudya sedang mengerjakan bagian akhir lukisan mural motif batik Parang

0 komentar :

Posting Komentar