12 Juni 2012

Yaitu jenis grafiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak grafiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

 Berikut contoh beberapa tagging :



Apresiasi grafytisalah satunya dengan sebuah character.
Maksudnya seseorang itu membuat suatu karaya atau gambar, tetapi menjadi sebuah ciri atau icon khas dari orang tersebut.

Beberapa contoh character :





Font atau tulisan adalah hal umum yang sering kita lihat mengenai grafity.
berbeda-beda dan berbagai macam yang di buat oleh setiap crew, dan font itu terkadang menjadi sebuah hal yang sulit dan detail, jadi terkadang sang graver harus membuat sket nya terlebih dahulu.
contoh dari font :




 Street art atau seni jalanan. Itulah yang akan Anda lihat jika Anda sering berkeliling melihat-lihat kehidupan malam hari di Kota Yogyakarta. Seni jalanan yang akan biasa didapati adalah pengerjaan seni mural oleh kelompok-kelompok pelukis mural yang jumlahnya lumayan banyak di Kota Pelajar ini.
Jogjanews beruntung bisa melihat langsung aksi street art berupa melukis mural yang dilakukan oleh beberapa anggota komunitas Kanan Jalan Terus. Selasa malam (4/8) sekitar pukul 20.30 WIB, Pramudya dan Yunanto sedang tekun mengerjakan lukisan mural bathik bermotif parang pada sebuah pagar rumah milik Sri Sundarini, warga Suryopranoto, Gunung Ketur, Pakualaman.
Pramudya yang dengan senang hati diajak ngobrol sembari terus menyelesaikan lukisan muralnya mengatakan dirinya bersama Yunanto mendapatkan pesanan dari Sri Sundarini untuk melukis mural di pagar rumahnya. Sudah hampir seminggu ini 2 anak muda tersebut menggambar mural pada 11 meter pagar rumah Sri Sundarini yang berada di samping Jalan Raya Gayam.

“Capek juga. Melukis mural motif batik kaya gini harus teliti dan sabar agar jadinya lukisan bagus,” kata Pramudya mengomentari proses kerja pembuatan mural batik Parang.

mural

street art mural di malam hari di jalan Gayam





mural 

Pramudya dan Yunanto sedang menyelesaikan lukisan mural pesanan Ibu Sundarini pemilik rumah
mural

Pramudya sedang mengerjakan bagian akhir lukisan mural motif batik Parang
  • Grafity
Grafity (juga dieja grafitty atau grafitti) adalah kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng.
Sejarah Grafiti
Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.
Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.
Grafiti pada zaman modern
Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.
Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali karirnya dari kegiatan grafiti.
Fungsi Grafiti :
* Bahasa rahasia kelompok tertentu.
* Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
* Sarana pemberontakan.
* Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.

  • Mural
Mural adalah cara menggambar atau melukis diatas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya.
Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan cat semprot maka mural tidak demikian, mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar.